Acap kau berjanji,
dan acap juga kau mungkiri.
Acap kau memberi kata,
hingga aku kenyang dan sendawa,
dan acap itu juga kata tak kau kota.
Memangnya sulit,
untuk kau tegak di paksi khatulistiwa;
dalam menghujam kata?
Ataupun kau sengaja mau buat aku menangis,
dan berteriak, merintih, mencabik dada dan mengajak seluruh dunia ikut kecewa dengan dusta?
Untung,
ada matahari,bintang dan bulan;
Matahari jadi ibu, bangunkan aku di waktu pagi.
Bintang jadi sahabat,
kelilingi aku dengan cahya dan ketawa riang.
Bulan jadi ayah,
menghantar aku yang sedia lelah,
kepada mimpi indah.
And as usual.i was running around like crazy, trying to make as much happen from afar,without losing energy, perspective and my sense of humor.
Search This Blog
Monday, 30 December 2013
Sunday, 29 December 2013
Walau.
Mengapa kau ikut jalan aku,
Walau kau rasa denai ini kotor?
Mengapa kau ikut kata aku,
Walau kau rasa bahasa ini kasar?
Mengapa kau ikut telunjuk aku,
Walau kau rasa jari ini bengkok?
Mengapa kau percaya akal aku,
Walau kau rasa tiada warasnya?
Mengapa kau adili aku,
Walau kau tau benarnya?
Subscribe to:
Posts (Atom)